“Yapped” merujuk pada elemen estetika dalam desain sampul buku yang dikenal sebagai tepi berlipat (yapped edges). Fitur ini memperpanjang lipatan melewati tepi halaman atau blok teks . Biasanya terbuat dari bahan yang rapuh seperti kertas tanpa lapisan atau karton tipis; tepinya tetap tidak dipotong selama proses produksi.
Tepi buku yang dilipat memiliki fungsi fungsional dan estetika. Dari sudut pandang praktis, lipatan yang diperpanjang ini melindungi halaman buku dengan mencegahnya rusak atau robek ; saat ditutup, lipatan ini berfungsi sebagai penghalang terhadap potensi gesekan dari debu dan elemen eksternal lainnya; lebih lanjut, saat dibawa atau disimpan, tepi ini membantu melindungi sudut dan sisi blok teks dari kerusakan akibat keausan, sehingga membantu mengurangi keausan seiring waktu.
Dari segi estetika, tepi yang dilipat menambah keanggunan dan orisinalitas pada tampilan buku. Lipatan yang halus dan tidak dipotong menciptakan kesan visual yang halus, membedakan buku Anda dari buku-buku lain di rak. Selain itu, tepi ini sering menampilkan informasi tambahan yang berkaitan dengan isinya, seperti biografi penulis, pujian dari ulasan, atau ilustrasi yang terkait dengan topik buku, tanpa memenuhi desain sampul utama dengan informasi tekstual atau gambar tambahan. Hal ini memungkinkan penerbit untuk menyajikan materi tambahan yang diperlukan secara visual menarik sambil tetap setia pada desain sampul awal.
Yang perlu diperhatikan adalah banyaknya buku edisi terbatas, buku seni, atau buku dengan desain istimewa yang memiliki tepi berjumbai . Karena sifatnya yang rapuh, perawatan ekstra diperlukan saat menangani buku-buku ini untuk mencegah lipatan atau robekan. Meskipun demikian, tepi berjumbai seringkali menambah kesan elegan dan rapuh yang memberikan daya tarik visual dan dimensi.

