Pendapatan yang belum diterima (ditangguhkan) merujuk pada pendapatan yang telah diterima perusahaan tetapi belum diperoleh. Pendapatan yang belum diterima biasanya terjadi ketika pelanggan membayar di muka untuk barang atau jasa yang pada akhirnya akan mereka terima, seperti ketika membeli langganan majalah tahunan dan hanya menerima edisi pertama; pendapatan yang belum diterima ini mewakili pendapatan yang belum diperoleh bagi penerbit.
Pendapatan tidak ter earned mengacu pada uang apa pun yang diperoleh tanpa melakukan usaha, seperti bunga dari investasi, dividen saham, atau pendapatan sewa. Pendapatan tidak ter earned tidak boleh disamakan dengan pendapatan pasif, yang tidak memerlukan kerja aktif untuk dihasilkan.
Pendapatan yang belum diterima merupakan konsep integral dalam akuntansi karena mewakili kewajiban bagi perusahaan. Perusahaan pada akhirnya harus mendapatkan kembali pendapatan yang ditangguhkan; jika tidak, mereka berisiko mengganti biaya kepada pelanggan yang mungkin telah melakukan pembayaran tetapi gagal mengirimkannya. Oleh karena itu, perusahaan harus memantau pendapatan yang belum diterima untuk memastikan bahwa terlalu banyak pendapatan yang ditangguhkan dan ditangguhkan terlalu cepat.
Perusahaan memiliki beberapa metode untuk mencatat pendapatan yang belum diterima. Salah satu pilihannya adalah metode akrual, yang mengakui pendapatan ketika diperoleh, bukan ketika diterima; dengan metodologi ini, penerbit majalah akan mengakui pendapatan setiap bulan saat pelanggan menerima edisi majalahnya.
Aspek yang tidak diperoleh (unearned) merupakan bagian integral dari buku karena memungkinkan pembaca untuk terhubung lebih dekat dengan karakter pada tingkat emosional dan membentuk ikatan yang lebih kuat dengan cerita dan karakter. Aspek yang tidak diperoleh membuat pembaca merasa lebih terlibat dalam cerita dan karakternya sekaligus memperkuat keterikatan emosional terhadap keduanya.

