Riset gambar, misalnya, merupakan elemen penting dalam penerbitan buku, karena dampak karya seni akan dengan cepat memengaruhi apresiasi terhadap teks. Peneliti gambar harus teliti dalam detail, memahami isi buku, mengetahui sifat pasti dari pasar sasaran, dan merespons sesuai dengan itu.
Riset gambar adalah menggambar, mencari, dan memilih gambar untuk digunakan dalam publikasi. Kedua, riset gambar melibatkan pencarian yang berorientasi pada sasaran dan menilai gambar untuk penerapannya.
Riset gambar dimulai dengan menentukan jenis gambar apa yang diinginkan. Jadi, akan ada empat jenis gambar utama. Tentu saja, ini akan didasarkan pada isi buku dan gaya buku tersebut. Misalnya, gambar akan sangat berbeda jika seseorang memotret buku sejarah untuk buku anak-anak. Setelah menentukan jenis gambar, peneliti dapat memulai pencarian.
Gambar-gambar ini berasal dari berbagai sumber, seperti agensi foto stok yang dapat menyediakan beragam pilihan foto, serta dari museum dan koleksi pribadi. Seorang peneliti harus menyaring dan menilai berdasarkan isi dan kualitas gambar. Jika ilustrasi tidak memadai—misalnya, terlalu samar dalam menunjukkan lokasi suatu objek—maka mungkin diperlukan beberapa perubahan atau perbaikan.
Riset gambar merujuk pada pemilihan gambar yang akan digunakan dalam publikasi. Proses ini sering dimulai ketika editor gambar memutuskan gambar apa yang dicari dan membuat daftar sumber. Kemudian, ia mendatangi sumber-sumber tersebut dan meminta gambar-gambar tersebut. Setelah menerima gambar-gambar tersebut, ia harus memilih dari gambar-gambar tersebut setelah meninjaunya.
Menemukan gambar yang tepat juga merupakan salah satu langkah penting dalam riset gambar. Hal itu membutuhkan pengetahuan tentang subjek dan kesadaran akan audiens. Menjadi bergaya dan orisinal adalah sebuah proses berpikir. Editor gambar juga harus menunjukkan kecerdasan. Selain itu, mereka harus mampu menilai kualitas gambar mereka. Barulah kemudian gambar tersebut akan disetujui untuk dipublikasikan.

