Konten non-teks, yang dikenal sebagai gambar ilustrasi, hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk meningkatkan daya tarik visual dan kejelasan buku. Gambar-gambar ini menekankan poin-poin penting, memberikan instruksi langkah demi langkah, atau melengkapi teks dengan informasi tambahan. Tidak seperti teks yang dicetak biasa, penempatan gambar ilustrasi secara manual di halaman diperlukan.
Figur-figur ini dapat memiliki berbagai bentuk dan bahan untuk dicetak atau tujuan menggambar. Mulai dari garis atau bentuk sederhana hingga ilustrasi penuh warna yang rumit. Pemilihan gambar garis yang tepat mengharuskan penerbit untuk mempertimbangkan desain keseluruhan buku dan persyaratan teks tertentu.
Penyelarasan vertikal dengan teks paduk mengkarakterisasikan angka bergaris sebagai angka gaya lama atau angka non-bergaris. Angka-angka ini sering digunakan di samping huruf kecil.
Pada materi cetak seperti buku, gambar bergaris biasanya lebih disukai karena mudah dibaca dan memiliki daya tarik estetika. Namun, efek khusus seperti nomor bab atau daftar isi mungkin memerlukan angka gaya lama.
Jenis huruf digital tertentu menyertakan gambar garis, terutama yang dirancang untuk ukuran kecil. Jenis huruf sans serif umumnya menawarkan opsi pelapis dan figur gaya lama, yang memungkinkan pengguna memilih gaya yang mereka sukai.
Angka-angka pelapis memainkan peran penting dalam desain buku dan penerbitan dengan memberikan kontribusi pada tampilan profesional sekaligus sangat memengaruhi tampilan keseluruhannya. Selain itu, mereka menambahkan daya tarik visual pada halaman buku dan membantu memandu pembaca dengan lancar. Pemanfaatan figur pelapis yang tepat meningkatkan estetika dan keterbacaan dalam buku.

