Penerbitan bersama adalah istilah yang digunakan dalam industri buku untuk menjelaskan ketika dua atau lebih penerbit bekerja sama dalam sebuah proyek. Setiap penerbit biasanya membawa hal-hal yang berbeda, seperti sumber daya, keahlian, atau jangkauan pasar, dan mereka berbagi risiko dan keuntungan.
Penerbit mungkin mendirikan usaha patungan karena beberapa alasan. Bisa jadi mereka ingin memasuki pasar baru atau ingin berbagi biaya penerbitan buku yang mahal. Usaha patungan kadang-kadang juga digunakan oleh penerbit kecil yang ingin bersaing dengan penerbit besar.
Apa pun alasan pendiriannya, usaha patungan memerlukan perencanaan dan komunikasi yang cermat antara semua pihak yang terlibat – setiap orang perlu mengetahui peran mereka, apa yang akan mereka dapatkan dari kesepakatan tersebut, dan bagaimana semuanya akan berjalan.
Usaha patungan dapat menjadi cara yang cemerlang bagi penerbit dengan kekuatan yang berbeda (pengetahuan pasar atau keahlian subjek khusus) untuk bekerja sama dalam proyek yang tidak dapat dilakukan sendiri oleh masing-masing penerbit. Namun seperti hubungan bisnis lainnya, ada risiko yang menyertainya: Anda memerlukan tujuan dan sasaran yang jelas sejak hari pertama dan cetak biru tentang bagaimana orang akan bekerja sama.
Ada juga jenis usaha patungan lainnya – perjanjian lisensi adalah contoh lain – di sini satu penerbit mengizinkan penerbit lain untuk menerbitkan judul mereka di wilayah tertentu. Perjanjian ini cenderung digunakan ketika ada peluang untuk berkembang ke pasar baru tanpa harus menanggung semua biaya/risiko yang terkait dengan pertumbuhan tersebut secara cepat.
Hak cipta bersama (joint) menjadi semakin penting dalam penerbitan buku karena memungkinkan penulis untuk mengontrol hak cipta mereka sendiri dan berarti mereka dapat berkolaborasi/berbagi tanpa harus melalui jalur tradisional – sesuatu yang membuat penyebaran konten Anda lebih mudah, tetapi juga berarti lebih banyak uang tetap berada di tangan Anda jika konten Anda terjual dengan baik.

