Penjilidan buku setengah kulit menggunakan kulit pada bagian punggung dan sudut buku. Sementara itu, bahan lain, seperti kertas, menutupi bagian sampul yang tersisa. Gaya penjilidan ini populer untuk buku-buku yang membutuhkan daya tahan dan daya tarik visual, seperti Alkitab, kamus, dan buku referensi. Edisi terbatas, buku cetakan berkualitas tinggi, dan volume koleksi atau berkualitas tinggi lainnya juga menggunakan penjilidan buku setengah kulit.
Tujuan penggunaan penjilidan setengah kulit memiliki dua fungsi. Pertama, menciptakan konstruksi yang lebih kokoh untuk buku-buku yang sering digunakan seperti bahan referensi. Kedua, meningkatkan tampilan visual, sehingga sangat cocok untuk memajang buku-buku presentasi atau buku hadiah secara mencolok.
Ada beberapa alasan mengapa buku-buku produksi massal beralih dari penggunaan penjilidan setengah kulit. Pertama, penjilidan setengah kulit lebih mahal daripada penjilidan seluruhnya dari kain atau kertas. Selain itu, kulit cepat rusak jika terkena cahaya dan udara, sehingga penjilidan setengah kulit lebih rentan terhadap keausan.
Ada dua alasan utama mengapa penjilidan setengah kulit menjadi kurang umum akhir-akhir ini. Pertama, munculnya bahan sintetis yang lebih murah dengan daya tahan yang lebih tinggi telah membuat penjilidan kain sepenuhnya lebih umum untuk buku-buku yang tahan lama. Kedua, popularitas format buku saku telah menyebabkan penerbit memilih penjilidan kain sepenuhnya yang lebih menarik secara visual.
Terlepas dari kekurangan-kekurangan ini, banyak kolektor buku dan penggemar penjilidan buku berkualitas masih menghargai penjilidan setengah kulit. Penjilidan ini dapat terlihat estetis dan menawarkan daya tahan yang lebih baik daripada alternatif yang seluruhnya terbuat dari kain atau kertas.

