Dalam istilah penerbitan, "floor" merujuk pada harga minimum yang bersedia diterima penjual untuk buku yang dijual di toko buku atau perpustakaan. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai kata kerja informal yang menunjukkan penjualan di bawah harga ambang minimum ini.
Harga dasar melindungi penerbit agar tidak menjual buku terlalu rendah, yang dapat menimbulkan kerugian dan akibatnya laba berkurang.
Saat menerbitkan buku, penerbit menetapkan harga jual minimum awal yang bersedia mereka terima berdasarkan biaya percetakan, upaya pemasaran, dan perkiraan permintaan untuk judul tersebut. Namun, jika penjualan buku tersebut berada di bawah ekspektasi, penerbit dapat mengurangi atau menaikkan harga sesuai kebutuhan untuk meningkatkan keuntungan atau mendorong penjualan.
Harga dasar dapat digunakan sebagai perlindungan yang memadai terhadap penimbunan harga. Misalnya, dalam kasus persediaan buku terbatas di mana permintaan lebih besar daripada persediaan, penerbit mungkin menetapkan harga dasar yang sangat tinggi untuk mencegah pembeli membeli buku dengan harga yang sangat tinggi.
Penerbit sering kali menggunakan harga dasar untuk memberi sinyal kepada basis pelanggan mereka bahwa sebuah buku memiliki kualitas premium, misalnya, saat mengharapkan permintaan tinggi untuk judul tertentu. Kenaikan harga dasar minimum dapat membantu memberi sinyal fakta ini kepada calon pembaca.
Lantai memainkan peran penting dalam dunia buku dan penerbitan karena berbagai alasan, mulai dari meletakkan buku saat dibaca hingga membantu mengatur perpustakaan dan melindungi buku dari kerusakan. Selain itu, lantai menawarkan banyak peluang untuk memajang buku, memungkinkan pembaca untuk dengan cepat menemukan judul yang mereka butuhkan dan menciptakan lingkungan membaca yang nyaman yang mendorong lingkungan belajar bagi pembaca dari semua tingkatan.

