“First Thus” mengacu pada buku-buku yang sebelumnya telah diterbitkan tetapi diterbitkan ulang dengan setidaknya satu elemen baru – misalnya, pengantar baru, kata penutup, atau terjemahan. Terkadang, “first thus” dapat merujuk pada penampilan pertama dalam format tertentu. Misalnya, edisi sampul keras dari buku-buku yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk sampul lunak dapat dianggap sebagai publikasi yang “first thus”.
"First thus" sering diterapkan pada buku antik dan koleksi. Ketika penjual buku atau kolektor menemukan buku terbitan sebelumnya, mereka mungkin bertanya apakah buku tersebut memenuhi syarat sebagai "first thus". Jika ya, nilainya dapat meningkat secara signifikan karena merupakan barang koleksi.
Dunia penerbitan telah lama dikenal karena mengemas ulang karya-karya lama untuk menarik audiens baru; dengan edisi "cetakan pertama" yang menawarkan penerbit kesempatan lain untuk judul-judul lama ini yang mungkin akan terlupakan, penerbit memberi karya-karya ini kesempatan lain untuk menemukan pembaca – terkadang bahkan menandai kembalinya karya tersebut ke dalam cetakan!
“Edisi Pertama” merupakan sebutan penting dalam penerbitan karena beberapa alasan. Pertama, sebutan ini digunakan untuk menunjukkan edisi baru dari karya yang sudah ada; informasi ini sangat penting bagi pembaca yang ingin memastikan mereka membaca edisi terbaru. Kedua, “Edisi Pertama” sering kali menyertakan materi baru atau revisi yang tidak ada dalam edisi sebelumnya, seperti pengantar atau pembaruan teks yang tidak ditemukan di dalamnya. Ketiga, “Edisi Pertama” juga dapat berfungsi sebagai barang koleksi tersendiri.

