Dalam hal penjilidan buku, teknik pengikatan berbasis lem yang umum digunakan untuk mengamankan halaman sampul buku adalah pengikatan dengan metode crack. Pengikatan crack memiliki dua komponen utama: strip pengikat dan perekat. Untuk menciptakan sambungan yang kokoh ini, strip pengikat diposisikan di atas tulang punggung sampul buku dan direkatkan dengan kuat menggunakan perekat. Keunggulan pengikatan crack terletak pada kekuatannya; ia dapat secara efektif menyatukan sejumlah besar halaman. Selain itu, metode ini menawarkan aplikasi yang mudah digunakan dan tidak memerlukan alat khusus.
Meskipun "crack" mungkin memiliki berbagai konotasi dalam konteks yang berbeda, istilah ini terutama merujuk pada metode penjilidan tertentu dalam dunia buku. Terutama digunakan untuk buku bersampul tipis (paperback), penjilidan crack melibatkan penggunaan lem, bukan jahitan, untuk merekatkan punggung buku ke sampulnya. Meskipun kurang tahan lama dibandingkan penjilidan yang dijahit, teknik ini tetap sesuai untuk tujuan yang dimaksud.
Penggunaan efek retakan merupakan elemen penting dalam desain sampul buku, karena menambah kedalaman dan daya tarik. Dengan menggunakan teknik seperti embossing atau debossing, desainer dapat mencapai berbagai efek yang membuat sampul buku benar-benar memikat.
Selain itu, retakan dapat menciptakan ruang negatif, menyoroti teks atau elemen tertentu pada sampul. Retakan adalah alat serbaguna untuk menciptakan beragam efek pada sampul buku , menjadikannya bagian integral dari proses desain.

